Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) atau Information And Comunication Technology (ICT) saat ini telah menyentuh di berbagai bidang kehidupan tidak terkecuali di lingkungan pendidikan. Lingkungan pendidikan sebagai salah satu tempat kegiatan proses pembelajaran berlangsung telah mengalami perkembangan ICT yang cukup pesat. Pemanfaatan ICT dilakukan dari pendidik, tenaga kependidikan ataupun peserta didik. Pemanfaatan ICT difokuskan pada peningkatan kualitas pembelajaran sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam rentang waktu tertentu ICT selalu mengalami pembaharuan dan kekinian (up to date) sehingga seiring dengan pesatnya ICT tersebut menuntut peningkatan sumber daya manusia untuk terus dapat mengikutinya. Namun realitas yang terjadi, seberapa besar perkembangan digital yang telah dimanfaatkan dalam dunia pendidikan, khususnya peran ICT sebagai sumber belajar? Hal ini menjadi tugas kita sebagai seorang pendidik ataupun yang berkecimpung di dunia pendidikan untuk terus memajukan pendidikan dan mengoptimalkan ICT. Wujud pemanfaatan TIK dalam bidang pendidikan khususnya sebagai sumber belajar perlu dikelola dengan baik dan dioptimalkan pemanfaatannya.
Hakikat Information and Communication Technology
Information and Communication Technology (ICT) dalam bahasa Indonesia bisa disebunt dengan teknologi, informasi dan komunikasi (TIK). Menurut Prasojo & Riyanto (2011:4), Teknologi informasi adalah ilmu pengetahuan dalam bidang informasi yang berbasis komputer dan perkembangannya sangat pesat.
Sedangkan menurut wikipedia, TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media.
Lebih lanjut Rusli (2012:7) menyatakan bahwa teknologi informatika didefinisikan sebagai aplikasi-aplikasi teknologis (artefak) terhadap informatika dalam masyarakat. Sedangkan teknologi informasi dan komunikasi atau ICT didefinisikan sebagai kombinasi antara teknologi informatika dengan teknologi–teknologi lainnya yang terkait, khususnya teknologi komunikasi.
Jadi dapat dikatakan bahwa Information and Communication Technology (ICT) atau teknologi informasi dan komunikasi (TIK) adalah segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media dengan mengkombinasikan antara teknologi informatika dengan teknologi-teknologi lainnya, khususnya teknologi komunikasi.
Pemanfaatan ICT sebagai sumber belajar
Sumber belajar dapat dibedakan menjadi dua macam sumber belajar. Pertama, sumber belajar yang dirancang (by design) maksudnya sumber yang secara sengaja dibuat dan dipergunakan dalam suatu proses pembelajaran dengan tujuan tertentu untuk kepentingan belajar. Contohnya buku, slide, ensiklopedi dan film (VCD). Kedua, sumber belajar yang tidak dirancang, tetapi langsung dimanfaatkan (by utilization). Kedua macam sumber belajar ini harap dimanfaatkan oleh para pemakai, baik secara sendiri-sendiri/ lepas maupun secara simulasi/ komulatif. Contohnya pasar, tokoh masyarakat, museum, lembaga pemerintahan dan sebagainya. Adapun macam-macam sumber belajar adalah sebagai berikut:
- Pesan yaitu informasi yang harus disalurkan oleh komponen lain yang berbentuk ide fakta pengumpulan data.
- Orang yaitu orang yang menyimpan informasi tidak termasuk yang menjalankan fungsi pengembangan dan pengolaan sumber belajar.
- Bahan yaitu sesuatu bisa disebut software yang mengandung pesan untuk disajikan melalui pemakaian alat.
- Peralatan yaitu sesuatu bisa disebut hardware yang menyalurkan pesan untuk disajikan yang ada di dalam software.
- Teknik/metode prosedur yang disiapkan dalam mempergunakan bahan pelajaran, situasi, dan orang yang menyampaikan pesan.
Menurut Riyana (2014), ICT dapat menunjang optimalisasi sekolah, karena potensi ICT cukup besar, diantaranya (1) Memperluas kesempatan belajar, (2) Meningkatkan efisiensi, (3)Meningkatkan kualitas belajar, (4) Meningkatkan kualitas mengajar, (5) Memfasilitasi pembentukan keterampilan, (6) Mendorong belajar sepanjang hayat berkelanjutan, (7) Meningkatkan perencanaan kebijakan dan manajemen, (8) Mengurangi kesenjangan digital.
Lebih lanjut menurut Riyana dalam Prihanto (2010:22), begitu besar peran ICT dalam pendidikan sehingga secara khusus pemerintah dalam Pustekkom Diknas membagi peran ICT di sekolah modern menjadi 7 peran sekaligus sebagi pilar pendidikan. Ke-7 peran ICT tersebut yaitu :
- ICT sebagai gudang ilmu pengetahuan. Artinya dengan ICT sumber ilmu pengetahuan menjadi begitu kaya bahkan melimpah, baik ilmu pengetahuan inti (core content) dalam pelajaran sekolah maupun sebagai materi pengaya pembelajaran (content suplement).Pada fungsi ini internet memiliki peran besar sebagai sumber ilmu pengetahuan yang dapat diakses secara luas yang di dalamnya telah terkoneksi denga ribuan perpustakaan digital, jutaan artikel/jurnal, jutaan e-book, dan lan-lain.
- ICT sebagai alat bantu pembelajaran. Artinya bahwa pembelajaran saat ini lebih mudah dengan bantuan ICT, untuk menghadirkan dunia di kelas dan dapat disajikan kepada seluruh siswa melalui peralatan ICT seperti multimedia dan media pembelajaran hasil olahan komputer seperi poster, grafik, foto, gambar, display, dan media grafis yang lainnya. Pemanfaatan CD Interaktif, Video Pembelajaran, Multimedia presentasi, e-learning termasuk pada bagian ini.
- ICT sebagai fasilitas pendidikan. Dalam hal ini ICT sebagai saran yang melengkapi fungsi sekolah sebagai lembaga pendidikan, terutama fasilitasfasilitas yang bernuansa elektronik seperti labolatorium komputer, peralatan di laboratorium bahasa, raung multimedia, studio rekaman suara, studio musik, studio produksi video dan editing.
- ICT sebagai standar kompetensi. Artinya ICT sebagai mata pelajaran yang kita kenal Mata Pelajaran TIK. Mata pelajaran ini berisi standar kompetensi.
- ICT sebagai penunjang administrasi pendidikan. Misalnya pemanfaatan software aplikasi untuk membantu administrasi sekolah seperti pembuatan jadwal, pembuatan database siswa, pembuatan laporan sekolah dan rapot siswa, pengolahan nilai siswa, dan lain-lain.
- ICT sebagai alat bantu manajemen sekolah. Manajemen terkait dengan perencanaan, pengelolaan, pengawasan dan evaluasi penyelengaraan pendidikan di tingkat sekolah. Fungsi-fungsi tersebut dapat dibantu dengan pemanfaatan TIK, misalnya melalui program aplikasi pengolah kata dapat membuat dokumen-dokumen perencanaan sekolah, SIM atau sistem informasi Manajemen sekolah dapat dibuat sekolah sebagai sumber informasi untuk mempermudah akses informasi. Melalui Jardiknas, akan terbangun komunitas antar sekolah yang memudahkan komunikasi antar sekolah. Melalui CCTV saat ini dapat dimanfaatkan sekolah sebagai salah satu bentuk pengawasan pembelajaran.
- ICT sebagai infrastruktur pendidikan. lmprastruktur terkait dengan sarana dan pra sarana iebih luas yang dibutuhkan sekolah termasuk gedung sekolah, ruang kelas virtual, kelas multimedia, dan pembangunan koneksi internet seperti pemasangan tower internet.
Daftar Pustaka
Prasojo & Riyanto. 2011. Teknologi Informasi Pendidikan. Yogyakarta: Gava Media
Prihanto. 2010. Kajian Pemanfaatan Satelit dalam Mendukung Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Tele-education. Jakarta: LAPAN
Riyana, Cepi. 2014. Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan. http://klubgurusmi.files.wordpress.com/2009/04/makalah-ict-cepi.pdf
Rusli. 2012. ICT dan Pembelajaran. Jakarta: Referensi

