Jadi Super Dad

Pernahkah kalian menjadi orang tua yang mengurus anak sendirian? Kalau seorang Ibu mengurus anak itu mah  sudah biasa dan wajar alias lumrah. Nah, kalau posisinya adalah Ayah yang mengurus anak balita, bagaimana tuh rasany?

Seorang ayah mengurus anak balita sendirian dan kebetulan posisi Ibu sedang tidak ada di rumah, pasti ada hal-hal menarik yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Ibarat kata, posisi ayah bagaikan minuman kopi dan anak bagaikan minuman susu dot.dotsusu

Jadi segala hal pada posisi itu ayah bagaikan kopi, rasanya asam, kadang pahit, warnanya hitam keruh, panas, dan kadang manis. Artinya kesibukan seorang ayah dalam mencari nafkah akan terasa lebih berat. Sebab dari pagi hari sudah siap dengan menanak nasi, memasak sayur, mencuci baju, mencuci piring, dan segala pekerjaan yang umumnya dilakukan oleh seorang Ibu. Ditambah bekerja mencari nafkah, kadang anak juga ikut kemana Ayah pergi mencari nafkah. Orang tua pasti sayang dengan anaknya, apapun kondisinya (red: kecuali psikopat). Panas terik matahari, hujan, dan dingin dapat dilalui demi kebahagiaan seorang anak. Sebab, anak adalah titipan atau amanah dari Allah SWT, bagaimana karakter anak terbentuk, tidak akan lepas dari peran orang tua. Bahkan ada pepatah buah jatuh tidak jauh dari pohonnya (re: kecuali dicuri maling) he he he…Ketika anak bahagia maka orang tua pun akan merasa bahagia! artinya kopi itu ada rasa manisnya.

Sedangkan, posisi anak ibarat susu dot, rasanya manis, ada rasa coklat, vanilla, madu dan macam-macam susu yang serba nikmat. Apalagi ujung dot bagaikan bentuk puting seorang Ibu, dimana anak merasa nyaman dan dekat dengan belaian kasih sayang. Anak balita yang menangis akan diam ketika diberi susu dot, bahkan sebelum tidur dan setelah bangun tidur, susu dot akan memberikan rasa kenikmatan dan kepuasan bagi anak balita. Yang jelas, anak itu selalu ingin merasa bahagia, senang, nyaman, dan tentu selalu mendapat perhatian dan belaian kasih sayang orang tuanya.

Allahummaghfirlii wali wali dayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shoghiiraa. Amin.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *