Azas Pendidikan

Sikap toleransi dalam proses belajar berkaitan dengan azas pendidikan, di sini ada 5 lima azas pendidikan yang menjadi landasan antropologi:

Asas Pendidikan Ing Ngarso Sungtulodho (Asas Belajar Sepanjang Hayat)

tolreansiSetiap manusia berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan sistematis untuk mendapatkan pengajaran, studi dan belajar kapan punĀ  sepanjang hidupnya (long life education). Lingkungan juga turut mempengaruhi dalam belajar sepanjang hayat dari mulai lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Oleh karena itu, sikap toleransi akan muncul ketika proses belajar terjadi yang menyentuh berbagai aspek antara lain keyakinan agama, suku, dan kebudayaan yang berlangsung sepanjang hayat/ seumur hidup.

Asas Pendidikan Ing Madyo Mangunkarso (Asas kemandirian dalam belajar)

Siswa dituntut untuk aktif sendiri dalam kegiatan belajar tanpa ada arahan dan bimbingan lagi dari seorang guru. Guru berfungsi sebagai fasiliator. Guru siap memberikan arahan dan bantuan ketika seorang siswa membutuhkan bantuan. Konsep toleransi di sini berkaitan dengan sikap guru untuk memberikan kebebasan bagi seorang siswa dari berbagai latar belakang agama, budaya dan suku bangsa untuk aktualisasi diri.

Asas Pendidikan Tut Wuri Handayani

Prinsip seorang guru memberikan kesempatan kepada siswa dalam menyampaikan ide-idenya ketika dalam proses pembelajaran. Guru hanya mendorong dan mempengaruhi peserta didik dari belakang, jika peserta siswa mengalami kesulitan dalam mengaplikasikan idenya, barulah guru turut membantunya. Konsep toleransi akan muncul ketika seorang guru memberikan contoh sikap yang baik tentang toleransi dan sikap toleransi dalam menyampaikan ide atau gagasan dalam proses pembelajaran.

Asas Pendidikan Agama

Nilai-nilai agama dan penanaman moral pada siswa mengacu pada agama tertentu. Nilai-nilai agama selalu mengajarkan kebaikan dalam rangka hubungan interaksi antara manusia dengan manusia dan manusia dengan tuhan. Wujud toleransi beragama juga tertanam dalam agama masing-masing untuk menghormati satu sama lain. Nilai-nilai agama ini diciptakan untuk membuat suansana kehidupan yang damai dan harmonis.

Asas Pendidikan Kebudayaan

Kebudayaan bangsa Indonesia yang begitu beraneka ragam menambah kekayaan corak dan khas budaya bangsa Indonesia. Nilai toleransi antar budaya ini telah mengindikasikan bahwa masing-masing daerah memiliki suku, budaya, dan khas yang berbeda-beda. Wujud toleransi dalam pendidikan menciptakan keragaman warna-warni budaya Indonesia. Pendidikan budaya di masing-masing daerah tentu tetap dilestarikan secara turun-temurun. Oleh karen itu, manusia dapat dididik untuk terus mempertahankan eksistensinya di bumi ini..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *